Minggu, 07 Juli 2013




Puluhan ekor ikan lumba-lumba berbagai ukuran kecil, sedang dan besar tampil memukau bermunculan di perairan laut Pantai Harapan, Desa Penyandingan, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus.

Kemunculan sekitar 40-50 ekor binatang laut yang makin langka itu disaksikan dan diabadikan langsung oleh rombongan sekitar 20 orang wartawan yang tergabung dalam Jurnalis Provinsi Lampung, Pejabat dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata  Provinsi Lampung, serta aparat Pekon (desa) Penyandingan, Kelumbayan.Rombongan yang menumpang perahu itu berlayar dari Pantai Harapan Pekon Penyandingan sekitar pukul 09.00 WIB, dan dalam perjalanan menuju tengah laut, hanya dalam waktu sekitar 20 hingga 25 menit langsung bisa menyaksikan atraksi hewan liar itu dengan berbagai gayanya secara alami.

Pemandangan menarik itu langsung disaksikan dan diabadikan baik lewat jepretan berbagai jenis kamera digital, serta kamera video, baik dari para jurnalis maupun dari media elektronik.(*)

Sabtu, 06 Juli 2013

 




Keputusan untuk menambah Karang Pegadung kedalam tujuan perjalanan adalah suatu hal yang tidak akan pernah disesali.  Karang Pegadung terletak di  pantai Pegadung kecamatan Kelumbayan Kabupaten Tanggamus Lampung. Untuk menempuh tempat yang begitu indah ini dibutuhkan perjuangan yang luar biasa. Dikarenakan jalan untuk melewati pantai ini sangat terjal dan susah.
Perjalanan dilewati dengan menggunakan sepeda motor yang dikemudikan oleh para pengemudi motor yang ahli dan memakan waktu kurang lebih sekitar satu jam. Selama perjalanan tarikan nafas rasa kecemasan terdengar dari bebarapa teman perjalanan yang lain. Medan jalan yang dilewati oleh motor ini Lengkap sudah, mulai dari medan berpasir, medan berkerikil, medan berbatu sedang bahakan medan bertanah liat. Dibutuhkan keahlian untuk mengendalikan rem tangan dan rem kaki, agar ketika menurun tidak langsung melucur, dan keahlian memainkan gas ketika menanjak agar motor tidak langsung nyungsap kebawah . Ada beberapa teman perjalanan yang harus turun dari motornya, karena motor tidak bisa menanjak ketika diboncengi. Tukang ojek motornya sampai mengemudikan motor dengan setengah jongkok dan yang dibonceng duduk di tempatnya agar beban tidak bertumpu kebelakang. Ini dilakukan supaya motor masih kuat untuk mendaki.
Selama diperjalanan mata diselingi oleh pemandangan yang sangat luar biasa dan angin yang berhembus semilir. Ini merupakan track yang sangat luar biasa menantang, dan rute ini tidak akan bisa ditempuh apabila hujan membasahi bumi. Untung saja pengemudi motor yang membawaku sangat ahli, sejenak aku tersenyum dan aku tahu mengapa ketika kami akan menaiki motor, sang pengemudi lebih memilih untuk membonceng orang lain. Bobotku yang lumayan, mungkin akan menjadi tantangan baru baginya. Tapi dengan sigap kupilih juga motor yang bagus dengan pengemudi yang tanggung.
Selama diperjalanan aku berteriak sekencang-kencangnya melepaskan kengerian selama diperjalanan. Suatu ketika temanku menceletuk dengan nafas yang masih pas-pasan, “orang yang bawa motor, tapi aku yang kecapeaan”, ini dikarenakan energinya terkuras rasa kecemasan dan kengerian. Rute jalan yang masih buruk dan jelek ini malah aku lihat sebagai suatu nilai jual dari paket perjalanan menuju ke Karang Pegadung. Karena keekstriman jalur akan menjadi surga bagi yang ingin menguji adrenalin. Tapi alangkah sangat lebih aman lagi jika pihak tour melengkapi peralatan keselamatan ketika berkendara.
Di pantai karang pegadung, mata disuguhi oleh pemandangan gugusan batu karang yang berdiri kokoh bagi penyuka foto-foto landskap akan segera mengabadikan deburan ombak yang menghantamm karang bidikan demi bidikan. Mata pun tak akan lepas memandang beatapa agungnya karya Sang Pencipta. Untuk lebih merasakannya, anda harus berjalan sepanjang pesisir pantai untuk melihat gugusan bbatu karang yang berupa gigi-gigi hiu. Konon katanya, karang pegadung tak kalah eloknya dengan pantai di phie-phie island Thailand. Harus merasakan naik mendaki bebatuan karang tersebut, dan menikmati keindahan pemandangan air laut berwarna turqousise yang berbuih. Dan dentuman deburan ombak, ditambah semilir angin menjadi alunan music yang indah. Dan sepanjang mata memandang, itu adalah lautan lepas.  Keletihan dan kepenatan dijalan terlupakan sudah. Dan disinia anda akan meraskan betapa agungnya sang pencipta dengan karya-karya.




Kendati Kabupaten Tanggamus sudah menginjak usia 16 tahun, namun masih banyak daerah yang belum merasakan fasilitas listrik dari PLN. Salah satunya Kecamatan Klumbayan yang seluruh desanya belum tersentuh jaringan listrik milik negara.
Melihat kondisi ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus tidak lepas tangan begitu saja. Upaya untuk mengaliri listrik yang dilakukan pemkab salah satunya melalui surat Bupati Tanggamus tertanggal 20 Desember 2010 yang meminta PLN segera untuk memasang jaringan listrik di Kelumbayan.
"Memang di daerah Kelumbayan belum semua teraliri listrik. Bupati Tanggamus sudah sering mengirimkan surat ke pihak PLN, terakhir Desember 2010 kemarin," kata Kepala Bidang Energi dan Kelistrikan Ali Imron, S.H., mewakili Plt Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Tanggamus Ir. Gilas Kurniawan Bastari, ST., Selasa (29/1).
Menurut Ali, untuk pemasangan jaringan listrik di Kelumbayan membutuhkan dana yang sangat besar. Sehingga harus melalui dana APBN. "Untuk memasang jaringan listrik disana dibutuhkan dana yang besar kalau dari APBD kita jelas tidak cukup, itu harus melalui APBN," ujarnya.
Dirinya juga mengungkapkan bahwa kesulitan terbesar bagi PLN adalah topografi yang sulit dan jarak tempuh yang jauh. Selain itu juga kendalanya adalah sosial ekonomi masyarakat setempat.
"Memang ada banyak kendala bagi PLN untuk memasang jaringan listrik disana seperti medan yang sulit. Tentunya ini berpengaruh terhadap biaya. Selain itu juga PLN milihat kondisi ekonomi masyarakat setempat sehingga menjadi pertimbangan bagi mereka mengenai untung dan ruginya," ungkap Ali.
Diterangkannya juga bahwa untuk memasang jaringan listrik ke Kelumbayan tidak bisa dari Tanggamus. "Kalau dilihat dari topografi yang sulit maka gardu kemungkinan dipasang di daerah Padangcermin, Kabupaten Pesawaran, kalau dari Tanggamus kecil kemungkinannya," terang Ali.
Untuk penerangan dan kebutuhan listrik lainnya, masyarakat Kelumbayan masih mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) bantuan pemerintah pusat. Ada juga yang menggunakan kincir air yang dibuat sendiri bahkan masih ada penduduknya yang menggunakan lampu minyak. (ral)